English French Italian Japanese Arabic Chinese Simplified
Terimakasih atas kunjungannya, Silahkan isi "Buku Tamu" di sebelah kanan >>----->

Inter Kurang apa Balotelli???

London - Di sepanjang karirnya bersama Inter Milan, striker Mario Balotelli sering bermasalah dengan tim atau pun pelatih. Padahal Inter sudah memberikan banyak pada Balotelli.

Musim ini, Balotelli beberapa kali dibekukan dari skuad Inter Milan karena bersitegang dengan pelatih Jose Mourinho.

Kali terakhir ribut-ribut besar terjadi di antara keduanya adalah pada awal Februari lalu. Ketika itu Mourinho mencak-mencak dengan Balotelli yang dia nilai tidak mengutamakan kepentingan tim.

Memang dalam perkembangan selanjutnya, kabar bahwa keduanya terlibat perseteruan dibantah. Bahkan Balotelli sendiri mengatakan dia tidak punya masalah dengan sang allenatore. Namun kenyataannya striker muda Italia itu kembali dibekukan dari tim yang dibawa untuk melawat ke markas Chelsea di leg kedua 16 besar Liga Champions.

Tanpa Balotelli, Nerazzurri sukses melibas The Blues dan lolos ke perempatfinal. Lewat pencapaian ini, bek Inter Marco Materazzi "menyentil" Balotelli.

"Seharusnya dia mengirim SMS kepada kami, untuk memberikan selamat atas raihan tiket perempatfinal," kata Materazzi seperti dikutip dari situs resmi Inter.

Pemain yang membawa Italia juara dunia tahun 2006 itu mengingatkan agar Balotelli menyadari bahwa Inter sudah memberikan segalanya bagi dia.

"Ia harusnya menjadi fan bagi tim ini di atas segalanya, menghormati mereka yang menyayanginya, terlebih kepada presiden klub yang memperlakukan Mario seperti layaknya anak kandung. Saya juga memperlakukannya seperti layaknya saudara," tukasnya.

Materazzi mengatakan bahwa pintu bagi Balotelli tetap terbuka. "Inilah tim ini. Bila ia ingin menjadi bagian dari kami, maka dia akan selalu disambut dengan hangat karena dia adalah pemain yang kuat dan bisa menjadi penentu (kemenangan)," tukas pemain berjuluk Matrix itu.

Meski begitu, bila Balotelli memang sudah tidak bisa bekerjasama lagi, maka perpisahan adalah jalan yang paling fair bagi semua pihak.

"Ia seharusnya merasa terhormat bisa berada dalam tim ini. Namun bila perasaan itu tidak ada, pintu selalu terbuka baginya. Presiden tidak pernah menghalangi siapa pun untuk meninggalkan tim ini," tutup Materazzi.

detiksport

Tidak ada komentar:

Posting Komentar